Selamat datang di Minggu ke-3 Pelatihan Bahasa Jepang N5! Jika pada minggu kedua pembelajaran bahasa Jepang N5, kita fokus pada "aksi" melalui kata kerja, minggu ini kita akan
belajar cara "mendeskripsikan" dunia di sekitar kita dengan menggunakan kata
sifat.
Sebagai pembelajar yang sibuk, kita juga akan belajar kosakata tentang anggota
tubuh dan aneka ragam cara menyatakan kata "memakai" dalam bahasa Jepang.
Selanjutnya, kita akan mempelajari lebih dalam tentang hiragana dan katakana
serta menyebut angka sampai jutaan.
![]() |
| Materi Minggu Ke-3 |
Hari Ke-15: Kata Sifat Berakhiran ~i
1. Bentuk Kamus
Setelah menguasai kata kerja (doushi) pada minggu sebelumnya, hari ini kita akan mempelajari kata sifat (keiyoushi) yang berakhiran ~i atau dalam bahasa Jepang biasa disebut
i-keiyoushi.
Seperti namanya, kata sifat ini memiliki ciri khas, yaitu bentuk
kamusnya diakhiri dengan huruf い (i) dalam hiragana.
Terdapat banyak kata sifat berakhiran ~i yang wajib diketahui dalam
Pelatihan Bahasa Jepang N5 ini, diantaranya yaitu sebagai berikut:
| Kata Sifat (i-keiyoushi) | Arti |
|---|---|
| おおきい Ookii | Besar |
| ちいさい Chiisai | Kecil |
| たかい Takai | Mahal / Tinggi |
| やすい Yasui | Murah |
| ひくい Hikui | Rendah |
| あたらしい Atarashii | Baru |
| ふるい Furui | Lama / Tua |
| あつい Atsui | Panas |
| さむい Samui | Dingin (Cuaca) |
| つめたい Tsumetai | Dingin (Benda) |
| むずかしい Muzukashii | Sulit |
| やさしい Yasashii | Mudah |
| いい Ii | Baik / Bagus |
| わるい Warui | Buruk / Jelek |
- Kata たかい (takai) ini bisa berarti "mahal" (lawan katanya やすい / yasui) atau "tinggi" (lawan katanya ひくい / hikui).
- Gunakan さむい (samui) untuk suhu udara atau cuaca yang dingin, dan gunakan つめたい(tsumetai) saat menyentuh benda yang dingin (seperti es atau air).
- Dalam percakapan sehari-hari, agar terdengar sopan tambahkan akhiran です (~desu) setelah kata sifat. Contoh: あついです (atsui desu) = panas (sopan).
Perhatikan contoh kalimat berikut ini:
| Kalimat Bahasa Jepang | Arti |
|---|---|
| これはおいしいです Kore wa oishii desu | Ini lezat. |
| そのカメラはたかいです Sono kamera wa takai desu | Kamera itu mahal. |
| あれはちいさいです Are wa chiisai desu | Itu kecil. |
| きょうはさむいです Kyou wa samui desu | Hari ini dingin (cuaca). |
- Berdasarkan contoh dalam tabel, maka dapat kita ketahui bahwa rumus untuk menyusun kalimat positif sederhana dalam bahasa jepang yang memuat kata benda dan kata sifat, yaitu: [kata benda] + は (partikel wa) + [kata sifat berakhiran ~i] + です (desu).
2. Bentuk Negatif
Untuk mengubah kata dasar (bentuk kamus)
dari i-keiyoushi menjadi bentuk negatif, caranya adalah
dengan
mengganti huruf い (i) terakhir pada kata dasar menjadi くない
(~kunai ).
Perhatikan tabel dibawah ini:
| Bentuk Kamus | Bentuk Negatif | Arti |
|---|---|---|
| おいしい Oishii | おいしくない Oishikunai | Tidak Lezat |
| たかい Takai | たかくない Takakunai | Tidak Mahal / Tinggi |
| あつい Atsui | あつくない Atsukunai | Tidak Panas |
| いい Ii | よくない Yokunai | Tidak Baik |
Catatan:
- Khusus untuk kata いい (ii), perubahannya menjadi よくない (yokunai). Hal ini dikarenakan kata ii (baik) berasal dari kata dasar kuno よい (yoi).
- Untuk penggunaan sopan standar dalam percakapan sehari-hari, kita cukup menambahkan です (desu) di belakang kata ~kunai. Contoh: おいしくないです (Oishikunai desu).
3. Bentuk Lampau Positif
Untuk menyatakan sifat yang terjadi di masa lalu (sudah lewat) pada
i-keiyoushi,
caranya adalah dengan mengganti huruf い (i) paling belakang pada
kata dasar menjadi かった (katta).
Perhatikan contoh berikut ini:
| Bentuk Kamus | Bentuk Lampau | Arti |
|---|---|---|
| あつい Atsui | あつかった Atsukatta | Dulu Panas |
| おいしい Oishii | おいしかった Oishikatta | Dulu Lezat |
| たのしい Tanoshii | たのしかった Tanoshikatta | Dulu Menyenangkan |
| いい Ii | よかった Yokatta | Dulu Bagus |
Catatan: Untuk penggunaan sopan standar dalam percakapan
sehari-hari , kita cukup menambahkan です (desu) di akhir kata.
Contoh: あつかったです (atsukatta desu).
4. Bentuk Lampau Negatif
Untuk menyatakan bentuk lampau negatif dari i-keiyoushi, caranya adalah dengan mengganti huruf い (i) paling belakang pada
kata dasar menjadi くなかった (kunakatta).
Perhatikan contoh berikut ini:
| Bentuk Kamus | Bentuk Lampau Negatif | Arti |
|---|---|---|
| あつい Atsui | あつくなかった Atsukunakatta | Dulu Tidak Panas |
| おいしい Oishii | おいしくなかった Oishikunakatta | Dulu Tidak Lezat |
| たのしい Tanoshii | たのしくなかった Tanoshikunakatta | Dulu Tidak Seru |
| いい Ii | よくなかった Yokunakatta | Dulu Tidak Baik |
Catatan: Untuk penggunaan sopan standar dalam percakapan
sehari-hari, kita cukup menambahkan です (desu) di akhir kata.
Contoh: あつくなかったです (atsukunakatta desu).
Hari Ke-16: Kata Sifat Berakhiran ~na
1. Bentuk Kamus
Kata sifat berakhiran ~na (na-keiyoushi) adalah kata
sifat yang bentuk dasarnya (saat dicari di dalam kamus bahasa
jepang) tidak memiliki akhiran khusus. Berbeda dengan
i-keiyoushi yang selalu berakhiran ~i, kelompok ini biasanya
berakhiran vokal selain i (a, u, e, o) atau konsonan n (ん).
Lalu mengapa disebut berakhiran ~na? Alasannya, karena
akhiran ~na hanya muncul (disisipkan) ketika kata sifat ini
digunakan langsung sebelum kata benda.
Perhatikan tabel berikut ini!
| Bentuk Kamus | Arti | Bentuk ~na |
|---|---|---|
| しずか Shizuka | Tenang / Sepi | しずかな Shizuka na |
| ひま Hima | Senggang / Luang | ひまな Hima na |
| へた Heta | Kurang mahir / Payah | へたな Heta na |
| じょうず Jouzu | Pandai / Mahir | じょうずな Jouzu na |
| たいせつ Taisetsu | Penting / Berharga | たいせつな Taisetsu na |
| かんたん Kantan | Mudah / Gampang | かんたんな Kantan na |
| しんせつ Shinsetsu | Ramah / Baik hati | しんせつな Shinsetsu na |
-
Tanpa ~na (Predikat)
ここはしずかです
Koko wa shizuka desu
Arti: Di sini tenang.
Pakai ~na (Menerangkan Benda) しずかなまち Shizuka na machi Arti: Kota yang tenang. -
Tanpa ~na (Predikat)
しけんはかんたんです
Shiken wa kantan desu
Arti: Ujiannya mudah.
Pakai ~na (Menerangkan Benda) かんたんなしけん Kantan na shiken Arti: Ujian yang mudah. -
Tanpa ~na (Predikat)
かれはしんせつです
Kare wa shinsetsu desu
Arti: Dia ramah.
Pakai ~na (Menerangkan Benda) しんせつなひと Shinsetsu na hito Arti: Orang yang ramah. -
Tanpa ~na (Predikat)
あしたはひまです
Ashita wa hima desu
Arti: Besok senggang.
Pakai ~na (Menerangkan Benda) ひまなとき Hima na toki Arti: Waktu senggang.
Terdapat kata dasar (bentuk kamus) yang berakhiran ~i tapi masuk
kedalam
~na keiyoushi. Kata-kata ini sering mengecoh karena
secara visual terlihat seperti i-keiyoushi,
namun secara tata bahasa wajib menggunakan ~na saat bertemu
kata benda.
Pengetahuan ini sangatlah penting, agar tidak salah nantinya dalam
mengubah kata ke bentuk negatif, lampau dan lain-lain.
Berikut ini adalah beberapa kata dasar kelompok pengecualian
tersebut:
| Bentuk Kamus | Arti | Bentuk ~na |
|---|---|---|
| きれい Kirei | Cantik / Bersih | きれいな Kirei na |
| ゆうめい Yuumei | Terkenal | ゆうめいな Yuumei na |
| きらい Kirai | Benci / Tidak suka | きらいな Kirai na |
| すき Suki | Suka | すきな Suki na |
| べんり Benri | Praktis / Nyaman | べんりな Benri na |
| げんき Genki | Sehat / Semangat | げんきな Genki na |
-
Tanpa ~na (Predikat)
はなはきれいです
Hana wa kirei desu
Arti: Bunganya cantik.
Pakai ~na (Menerangkan Benda) きれいなはな Kirei na hana Arti: Bunga yang cantik. -
Tanpa ~na (Predikat)
あのかしゅはゆうめいです
Ano kashu wa yuumei desu
Arti: Penyanyi itu terkenal.
Pakai ~na (Menerangkan Benda) ゆうめいなかしゅ Yuumei na kashu Arti: Penyanyi yang terkenal. -
Tanpa ~na (Predikat)
わたしはりんごがすきです
Watashi wa ringo ga suki desu
Arti: Saya suka apel.
Pakai ~na (Menerangkan Benda) すきなたべもの Suki na tabemono Arti: Makanan yang disukai. -
Tanpa ~na (Predikat)
このけいたいはべんりです
Kono keitai wa benri desu
Arti: HP ini praktis.
Pakai ~na (Menerangkan Benda) べんりなけいたい Benri na keitai Arti: HP yang praktis.
3. Bentuk Negatif
Seperti halnya i-keiyoushi, na-keiyoushi juga memiliki bentuk negatif. Untuk mengubah kedalam bentuk
negatif caranya adalah dengan menambahkan じゃない (ja nai)
setelah kata sifat bentuk kamus.
Perlu diingat, kita tidak perlu menambahkan akhiran ~na pada kata
sifat berbentuk negatif meskipun diikuti oleh kata benda. Jadi
langsung saja tambahkan じゃない (ja nai) setelah kata sifat
bentuk kamus.
Perhatikan contoh berikut ini!
| Bentuk Negatif | Negatif + Kata Benda | Arti |
|---|---|---|
| しずかじゃない Shizuka ja nai | しずかじゃない まち Shizuka ja nai machi | Tidak tenang / Kota yang tidak tenang |
| ひまじゃない Hima ja nai | ひまじゃない ひ Hima ja nai hi | Tidak senggang / Hari yang tidak senggang |
| にぎやかじゃない Nigiyaka ja nai | にぎやかじゃない こうえん Nigiyaka ja nai kouen | Tidak ramai / Taman yang tidak ramai |
| きれいじゃない Kirei ja nai | きれいじゃない へや Kirei ja nai heya | Tidak bersih / Kamar yang tidak bersih |
Catatan: untuk bentuk standar sopan dalam percakapan sehari-hari,
tambahkan です (desu) diakhir kalimat.
4. Bentuk Lampau Postitif
Untuk mengubah na-keiyoushi kedalam bentuk lampau (menyatakan
sifat di masa lalu), kita cukup menambahkan でした (deshita)
setelah kata sifat bentuk kamus.
Sama seperti bentuk negatif, saat menggunakan bentuk lampau, akhiran
~na tidak digunakan meskipun kata sifat tersebut diikuti oleh kata
benda.
| Bentuk Lampau (Sopan) | Contoh Kalimat | Arti |
|---|---|---|
| しずかでした Shizuka deshita | まちは しずかでした Machi wa shizuka deshita | Kotanya dulu tenang |
| ひまでした Hima deshita | きのうは ひまでした Kinou wa hima deshita | Kemarin senggang |
| にぎやかでした Nigiyaka deshita | まつりは にぎやかでした Matsuri wa nigiyaka deshita | Festivalnya dulu ramai |
| きれいでした Kirei deshita | へやは きれいでした Heya wa kirei deshita | Kamarnya dulu bersih |
Catatan: untuk bentuk standar sopan dalam percakapan
sehari-hari, kita tidak perlu menambahkan です (desu) diakhir
kalimat, karena でした (deshita) sudah merupakan bentuk
sopan.
5. Bentuk Lampau Negatif
Untuk menyatakan sifat negatif di masa lampau (contoh: "dulunya tidak
ramai"), caranya adalah dengan menambahkan じゃなかった (ja nakatta) setelah kata sifat bentuk kamus.
Catatan: Untuk bentuk standar sopan dalam percakapan sehari-hari,
cukup tambahkan です (desu) di akhir kalimat (Contoh:
Shizuka ja nakatta desu).
| Bentuk Lampau Negatif | Contoh Kalimat | Arti |
|---|---|---|
| しずかじゃなかった Shizuka ja nakatta | まちは しずかじゃなかった Machi wa shizuka ja nakatta | Kotanya dulu tidak tenang |
| ひまじゃなかった Hima ja nakatta | きのうは ひまじゃなかった Kinou wa hima ja nakatta | Kemarin tidak senggang |
| にぎやかじゃなかった Nigiyaka ja nakatta | まつりは にぎやかじゃなかった Matsuri wa nigiyaka ja nakatta | Festivalnya dulu tidak ramai |
| きれいじゃなかった Kirei ja nakatta | へやは きれいじゃなかった Heya wa kirei ja nakatta | Kamarnya dulu tidak bersih |
Hari Ke-17 Kosakata Anggota Tubuh
Setelah mempelajari perubahan kata sifat, hari ini kita akan
mempelajari kosakata tentang anggota tubuh. Cara terbaik untuk
menghafalnya adalah dengan menunjuk bagian tubuh tersebut sambil
mengucapkan namanya dalam bahasa Jepang.
1. Anggota Tubuh di Kepala
| Anggota Tubuh | Hiragana | Romaji |
|---|---|---|
| Kepala | あたま | Atama |
| Rambut | かみ | Kami |
| Mata | め | Me |
| Hidung | はな | Hana |
| Telinga | みみ | Mimi |
| Mulut | くち | Kuchi |
| Gigi | は | Ha |
| Lidah | した | Shita |
| Pipi | ほほ | Hoho |
| Dagu | あご | Ago |
| Anggota Tubuh | Hiragana | Romaji |
|---|---|---|
| Bahu | かた | Kata |
| Dada | むね | Mune |
| Perut | おなか | Onaka |
| Pinggang | こし | Koshi |
| Punggung | せなか | Senaka |
| Pusar | へそ | Heso |
| Lengan / Tangan | て | Te |
| Siku | ひじ | Hiji |
| Pergelangan Tangan | てくび | Tekubi |
| Jari Tangan | ゆび | Yubi |
| Kuku | つめ | Tsume |
| Anggota Tubuh | Hiragana | Romaji |
|---|---|---|
| Kaki (Seluruhnya) | あし | Ashi |
| Paha | ふともも | Futomomo |
| Lutut | ひざ | Hiza |
| Betis | ふくらはぎ | Fukurahagi |
| Pergelangan Kaki | あしくび | Ashikubi |
| Telapak Kaki / Tumit | あしのうら | Ashi no ura |
| Jari Kaki | あしゆび | Ashiyubi |
Untuk menyatakan bagian tubuh yang sakit, kita bisa menggunakan pola
kalimat berikut:
[Bagian Tubuh] + が (ga) + いたい (itai) + です (desu).
| Ungkapan Sakit | Contoh Kalimat | Arti |
|---|---|---|
| Sakit Perut | おなかが いたいです Onaka ga itai desu | Perut (saya) sakit |
| Sakit Gigi | はが いたいです Ha ga itai desu | Gigi (saya) sakit |
| Sakit Pinggang | こしが いたいです Koshi ga itai desu | Pinggang (saya) sakit |
- Sebagai pembelajar pemula, kita seringkali bingung membedakan penggunaan partikel が (ga) dan は (wa).
- Kita menggunakan partikel が(ga) ketika ingin menegaskan bahwa kata sebelum partikel adalah subjek yang menjadi pelaku atau pemilik kondisi yang sedang dibicarakan.
- Partikel は (wa) berfungsi untuk menandai bahwa kata sebelum partikel adalah topik yang akan dijelaskan oleh kita.
- Pada kalimat おなかが いたいです (onaka ga itai desu). Kita sedang menegaskan (onaka/perut) adalah pemilik kondisi (sakit) yang sedang dibicarakan.
- Pada kalimat おなかは いたいです (onaka wa itai desu). Kita sedang menandai bahwa (onaka/perut) adalah topik yang akan dijelaskan oleh kita.
Hari Ke-18 Memakai Benda Pada Tubuh
Dalam bahasa Indonesia, kita cukup menggunakan "memakai", untuk menyatakan bahwa kita sedang memakai suatu benda di tubuh kita.
Namun dalam bahasa Jepang, kata kerja yang digunakan berbeda-beda
tergantung pada anggota tubuh mana benda tersebut dipakai, cara pemakaian
dan cara bendanya berinteraksi dengan tubuh.
1. Benda yang dipakai di Kepala
Secara umum, untuk benda yang diletakkan di atas kepala, kita
menggunakan kata kerja かぶります (Kaburimasu). Namun,
jika benda tersebut hanya menempel di wajah atau disangkutkan di
telinga, kata kerjanya akan berubah.
| Nama Alat | Arti | Kata Kerja (Sopan) |
|---|---|---|
| ヘルメット herumetto | Helm | かぶります (kaburimasu) |
| ぼうし boushi | Topi | かぶります (kaburimasu) |
| めがね megane | Kacamata | かけます (kakemasu) |
| マスク masuku | Masker | つけます (tsukemasu) |
| イヤーマフ iyaamafu | Pelindung Telinga (Earmuff) | つけます (tsukemasu) |
- Meskipun sama-sama berada di area kepala, perbedaan kata kerja ini ditentukan oleh cara benda tersebut berinteraksi dengan tubuh.
- かぶります (Kaburimasu) digunakan untuk benda yang menutupi atau membungkus bagian atas kepala.
- かけます (Kakemasu) digunakan untuk benda yang disangkutkan atau digantungkan pada titik tumpu tertentu sebagai penyangga (seperti telinga, hidung, atau leher) tanpa benar-benar menempel rapat.
- つけます (Tsukemasu) digunakan untuk benda yang "disatukan" atau "direkatkan" pada satu titik spesifik agar tidak terlepas (ditusukkan, ditempel atau dijepit).
2. Benda yang dipakai di Badan (Karada)
Untuk pakaian yang dikenakan dengan cara memasukkan lengan dan bahu
(menutupi tubuh bagian atas), kita menggunakan kata kerja きます (Kimasu). Perhatikan tabel berikut ini!
| Nama Benda | Arti | Kata Kerja (Sopan) |
|---|---|---|
| シャツ shatsu | Kemeja / Kaos | きます (kimasu) |
| ジャケット jaketto | Jaket | きます (kimasu) |
| コート kooto | Mantel / Coat | きます (kimasu) |
| セーター seetaa | Sweter | きます (kimasu) |
Untuk benda yang dikenakan pada tubuh bagian bawah (pinggang ke
bawah), kita menggunakan kata kerja
はきます (Hakimasu). Perhatikan tabel berikut ini!
| Nama Benda | Arti | Kata Kerja (Sopan) |
|---|---|---|
| ズボン zubon | Celana | はきます (hakimasu) |
| スカート sukaato | Rok | はきます (hakimasu) |
| くつした kutsushita | Kaos Kaki | はきます (hakimasu) |
| くつ kutsu | Sepatu | はきます (hakimasu) |
| サンダル sandaru | Sandal | はきます (hakimasu) |
Untuk benda yang cara pakainya adalah dengan cara "memasukkan" jari ke
dalam lubang atau menyarungkannya ke tangan, kita menggunakan kata
kerja
はめます (Hamemasu). Apabila cara pemakaiannya
dililitkan di tangan, maka kata kerja yang digunakan します (Shimasu).
| Nama Benda | Arti | Kata Kerja (Sopan) |
|---|---|---|
| てぶくろ tebukuro | Sarung Tangan | はめます (hamemasu) |
| ゆびわ yubiwa | Cincin | はめます (hamemasu) |
| とけい tokei | Jam Tangan | します (shimasu) |
| ブレスレット buresuretto | Gelang | します (shimasu) |
Hari Ke-19: Jikoshoukai (Perkenalan Diri)
Dalam budaya Jepang, jikoshoukai (perkenalan diri) bukan
sekadar menyebutkan nama, melainkan bentuk penghormatan dan permohonan
kerja sama yang baik di masa depan. Perkenalan diri standar biasanya
mengikuti urutan:
Salam Pembuka → Informasi Diri → Salam Penutup.
1. Salam Pembuka
- Ucapkan salam (selamat pagi, siang, malam) sesuai situasi dalam posisi berdiri tegak.
- Ucapkan はじめまして (Hajimemashite) = Perkenalkan!
- Melakukan ojigi (membungkuk) sebagaimana yang telah dijelaskan pada Materi Hari Ke-4: Aisatsu dan Ojigi sebesar kurang lebih 30 derajat (keirei).
2. Informasi Diri
- Untuk menyebutkan nama, gunakan pola:
Watashi + no + namae + wa + [nama lengkap] + desu.
Contoh:
わたしの なまえは ブディ・サヌシ です。
(Watashi no namae wa Budi Sanushi desu)
Nama saya adalah Budi Sanusi.
Catatan:
Gunakan tanda titik tengah, untuk mempermudah membaca nama lengkap orang
non-jepang.
- Untuk menyebutkan nama panggilan, gunakan pola:
[nama panggilan] + Yobareteimasu.
Contoh:
ブディ よばれています。
(Budi Yobareteimasu)
Biasa dipanggil Budi.
- Untuk menyebutkan asal negara atau daerah, gunakan pola:
[nama negara] + kara kimashita.
Contoh:
インドネシアから きました。
(Indoneshia kara kimashita)
Saya dari Indonesia.
Jika ingin menggabungkan antara nama daerah dan nama negara, maka gunakan
pola:
[nama negara] + no + [nama daerah] + kara kimashita.
インドネシア の バンドン から きました
(Indoneshia no bandon kara kimashita)
Saya dari Bandung (yang merupakan bagian dari) Indonesia.
- Ucapkan どうぞ よろしく おねがいします (Douzo yoroshiku onegaishimasu) = Mohon bimbingan dan kerja samanya sambil menatap ramah orang-orang.
- Lakukan lagi keirei (ojigi 30 derajat).
Hari Ke-20: Hiragana dan Katakana Bagian 2
1. Hiragana
Setelah kita mempelajari
46 huruf hiragana dasar, dakuon dan handakuon pada hari ke-2. Selanjutnya, kita akan mempelajari
Youon dan Sokuon.
A. ようおん (Youon)
ようおん (Youon) adalah bunyi kombinasi dari huruf hiragana
yang berakhiran vokal "i" dengan huruf
ya, yu dan yo yang ditulis lebih kecil dari ukuran huruf standar .
| Huruf Dasar (i) | + や (ya kecil) | + ゆ (yu kecil) | + よ (yo kecil) |
|---|---|---|---|
| き (Ki) | きゃKya | きゅKyu | きょKyo |
| し (Shi) | しゃSha | しゅShu | しょSho |
| ち (Chi) | ちゃCha | ちゅChu | ちょCho |
| に (Ni) | にゃNya | にゅNyu | にょNyo |
| ひ (Hi) | ひゃHya | ひゅHyu | ひょHyo |
| み (Mi) | みゃMya | みゅMyu | みょMyo |
| り (Ri) | りゃRya | りゅRyu | りょRyo |
| ぎ (Gi) | ぎゃGya | ぎゅGyu | ぎょGyo |
| じ (Ji) | じゃJa | じゅJu | じょJo |
| び (Bi) | びゃBya | びゅByu | びょByo |
| ぴ (Pi) | ぴゃPya | ぴゅPyu | ぴょPyo |
- Penulisan huruf ゃ, ゅ, ょukurannya harus lebih kecil dari ukuran standar. Jika ditulis besar, maka akan dibaca sebagai dua suku kata yang terpisah (Contoh: きや dibaca ki-ya, sedangkan きゃ dibaca kya).
- Perbedaan ukuran huruf ゃ, ゅ, ょ sebagai ようおん (youon) dapat mengubah arti.
- Contoh: びょういん (Byouin) = Rumah Sakit dan びよういん (Biyouin) = Salon Kecantikan.
B. そくおん (sokuon)
そくおん (sokuon) adalah huruf tsu kecil っ yang
membuat huruf konsonan setelahnya menjadi rangkap (double).
Perhatikan tabel berikut ini!
| Tanpa Sokuon (Bunyi Tunggal) | Arti | Dengan Sokuon っ (Bunyi Rangkap) | Arti |
|---|---|---|---|
| さか Saka | Tanjakan | さっか Sakka | Penulis |
| おと Oto | Suara | おっと Otto | Suami |
| かこ Kako | Masa Lalu | かっこ Kakko | Tanda Kurung |
| にき Ni-ki | (Dua periode) | にっき Nikki | Buku Harian |
2. Katakana
Sebagaimana dalam huruf hiragana, dalam katakana juga terdapat youon dan
sokuon. Ketentuan youon dan sokuon dalam katakana juga sama,
untuk youon menggunakan ya (ャ), yu (ュ), dan yo (ョ) kecil dan
sokuon menggunakan tsu kecil (ッ).
Khusus untuk Katakana, ada satu tanda tambahan yang sering muncul
bersama
Youon dan Sokuon, yaitu ちょうおんぷ (chouonpu atau umumnya ditulis chōonpu) (ー) atau garis
panjang untuk memperpanjang suara vokal dari huruf sebelumnya.
Tanda ini berbentuk garis horizontal panjang.
Contoh:
- コーヒー (koohii) = Kopi.
- ノート (Nooto) = Buku Catatan.
- タクシー (Takushii) = Taksi.
Hari Ke-21: Satuan angka まん Man
Setelah menguasai angka satuan hingga ribuan, hari ini kita naik level
ke angka puluhan ribu hingga jutaan. Dalam bahasa Jepang, setelah angka
9.999 (Kyuu-sen kyuu-hyaku kyuu-juu kyuu),
kita tidak menyebut "sepuluh ribu" sebagai juu-sen, melainkan
satuan baru yaitu Ichiman.
| Angka | Hiragana & Romaji | Arti |
|---|---|---|
| 10.000 | いちまん Ichiman | Sepuluh Ribu |
| 50.000 | ごまん Goman | Lima Puluh Ribu |
| 100.000 | じゅうまん Juuman | Seratus Ribu |
| 500.000 | ごじゅうまん Gojuuman | Lima Ratus Ribu |
| 1.000.000 | ひゃくまん Hyakuman | Satu Juta |
Catatan:
- Dalam bahasa Indonesia, kita menggunakan basis 1.000 (ribuan), sedangkan dalam bahasa Jepang menggunakan basis 10.000 (puluhan ribu).
- Oleh sebab itu, cara termudah untuk menyebutkan angka puluhan ribu sampai jutaan adalah dengan menarik terlebih dahulu empat angka dari belakang.
- 10.000 = 1 | 0000 (empat angka dari belakang) = Ichiman.
- 100.000 = 10 | 0000 (empat angka dari belakang) = Juuman.
- 1.000.000 = 100 | 0000 (empat angka dari belakang) = Hyakuman.
Lalu bagaimana kita menyebut angka: 1.254.395 dalam bahasa
Jepang?
- Pertama, pisahkan angka yang berada di depan dengan empat angka dibelakang: 125 | 4395.
- Kedua, kita mengetahui dari materi ke-5 bahwa untuk menyebut angka 125 adalah Hyaku Ni Juu Go.
- Ketiga, tanda pemisah tersebut kita anggap sebagai まん (Man).
- Keempat, kita juga telah mengetahui bahwa untuk menyebut angka 4395 adalah Yon Sen San Byaku Kyuu Juu Go.
- Kelima, gabungkan penyebutan angka menjadi Hyaku Ni Juu Go Man Yon Sen San Byaku Kyuu Juu Go atau bila ditulis dalam huruf hiragana menjadi: ひゃくにじゅうごまん よんせんさんびゃくきゅうじゅうご.
Luar biasa! Kita baru saja menyelesaikan maraton materi di Minggu ke-3. Sekarang, kita tidak hanya bisa menyebutkan kata benda, tapi juga bisa menjelaskan apakah benda itu besar, mahal, atau bahkan menyatakan kondisi kesehatan kita dalam bahasa Jepang.
Ingat, kunci utama dalam bahasa Jepang bukanlah seberapa cepat kita menghafal, melainkan seberapa konsisten kita menggunakannya dalam konteks sehari-hari.
Teruslah berlatih dan sampai jumpa di materi Minggu ke-4!


