Bahasa Jepang N5 Part 3: Kata Sifat dan Jikoshoukai

Selamat datang di Minggu ke-3 Pelatihan Bahasa Jepang N5! Jika pada minggu kedua pembelajaran bahasa Jepang N5, kita fokus pada "aksi" melalui kata kerja, minggu ini kita akan belajar cara "mendeskripsikan" dunia di sekitar kita dengan menggunakan kata sifat.

Sebagai pembelajar yang sibuk, kita juga akan belajar kosakata tentang anggota tubuh dan aneka ragam cara menyatakan kata "memakai" dalam bahasa Jepang. Selanjutnya, kita akan mempelajari lebih dalam tentang hiragana dan katakana serta menyebut angka sampai jutaan.
Kata Sifat dan Jikoshoukai
Materi Minggu Ke-3

Hari Ke-15: Kata Sifat Berakhiran ~i

1. Bentuk Kamus

Setelah menguasai kata kerja (doushi) pada minggu sebelumnya, hari ini kita akan mempelajari kata sifat (keiyoushi) yang berakhiran ~i atau dalam bahasa Jepang biasa disebut i-keiyoushi

Seperti namanya, kata sifat ini memiliki ciri khas, yaitu bentuk kamusnya diakhiri dengan huruf い (i) dalam hiragana.

Terdapat banyak kata sifat berakhiran ~i yang wajib diketahui dalam Pelatihan Bahasa Jepang N5 ini, diantaranya yaitu sebagai berikut:
Kata Sifat (i-keiyoushi) Arti
おおきい Ookii Besar
ちいさい Chiisai Kecil
たかい Takai Mahal / Tinggi
やすい Yasui Murah
ひくい Hikui Rendah
あたらしい Atarashii Baru
ふるい Furui Lama / Tua
あつい Atsui Panas
さむい Samui Dingin (Cuaca)
つめたい Tsumetai Dingin (Benda)
むずかしい Muzukashii Sulit
やさしい Yasashii Mudah
いい Ii Baik / Bagus
わるい Warui Buruk / Jelek
Catatan : 
  • Kata たかい (takai) ini bisa berarti "mahal" (lawan katanya やすい / yasui) atau "tinggi" (lawan katanya ひくい / hikui).
  • Gunakan さむい (samui) untuk suhu udara atau cuaca yang dingin, dan gunakan つめたい(tsumetai) saat menyentuh benda yang dingin (seperti es atau air).
  • Dalam percakapan sehari-hari, agar terdengar sopan tambahkan akhiran です (~desu) setelah kata sifat. Contoh: あついです (atsui desu) = panas (sopan).

Perhatikan contoh kalimat berikut ini:
Kalimat Bahasa Jepang Arti
これはおいしいです Kore wa oishii desu Ini lezat.
そのカメラはたかいです Sono kamera wa takai desu Kamera itu mahal.
あれはちいさいです Are wa chiisai desu Itu kecil.
きょうはさむいです Kyou wa samui desu Hari ini dingin (cuaca).
Catatan:
  • Berdasarkan contoh dalam tabel, maka dapat kita ketahui bahwa rumus untuk menyusun kalimat positif sederhana dalam bahasa jepang yang memuat kata benda dan kata sifat, yaitu: [kata benda] + は (partikel wa) + [kata sifat berakhiran ~i] + です (desu).

2. Bentuk Negatif
Untuk mengubah kata dasar (bentuk kamus) dari i-keiyoushi menjadi bentuk negatif, caranya adalah dengan mengganti huruf い (i) terakhir pada kata dasar menjadi くない (~kunai ).

Perhatikan tabel dibawah ini:
Bentuk Kamus Bentuk Negatif Arti
おいしい Oishii おいしくない Oishikunai Tidak Lezat
たかい Takai たかくない Takakunai Tidak Mahal / Tinggi
あつい Atsui あつくない Atsukunai Tidak Panas
いい Ii よくない Yokunai Tidak Baik
Catatan:
  • Khusus untuk kata いい (ii), perubahannya menjadi よくない (yokunai). Hal ini dikarenakan kata ii (baik) berasal dari kata dasar kuno よい (yoi).
  • Untuk penggunaan sopan standar dalam percakapan sehari-hari, kita cukup menambahkan です (desu) di belakang kata ~kunai. Contoh: おいしくないです (Oishikunai desu).

3. Bentuk Lampau Positif

Untuk menyatakan sifat yang terjadi di masa lalu (sudah lewat) pada i-keiyoushi, caranya adalah dengan mengganti huruf い (i) paling belakang pada kata dasar menjadi かった (katta).

Perhatikan contoh berikut ini:
Bentuk Kamus Bentuk Lampau Arti
あつい Atsui あつかった Atsukatta Dulu Panas
おいしい Oishii おいしかった Oishikatta Dulu Lezat
たのしい Tanoshii たのしかった Tanoshikatta Dulu Menyenangkan
いい Ii よかった Yokatta Dulu Bagus
Catatan: Untuk penggunaan sopan standar dalam percakapan sehari-hari , kita cukup menambahkan です (desu) di akhir kata. Contoh: あつかったです (atsukatta desu).

4. Bentuk Lampau Negatif

Untuk menyatakan bentuk lampau negatif dari i-keiyoushicaranya adalah dengan mengganti huruf い (i) paling belakang pada kata dasar menjadi くなかった (kunakatta).

Perhatikan contoh berikut ini:
Bentuk Kamus Bentuk Lampau Negatif Arti
あつい Atsui あつくなかった Atsukunakatta Dulu Tidak Panas
おいしい Oishii おいしくなかった Oishikunakatta Dulu Tidak Lezat
たのしい Tanoshii たのしくなかった Tanoshikunakatta Dulu Tidak Seru
いい Ii よくなかった Yokunakatta Dulu Tidak Baik
Catatan: Untuk penggunaan sopan standar dalam percakapan sehari-hari, kita cukup menambahkan です (desu) di akhir kata. Contoh: あつくなかったです (atsukunakatta desu).

Hari Ke-16: Kata Sifat Berakhiran ~na

1. Bentuk Kamus

Kata sifat berakhiran ~na (na-keiyoushi) adalah kata sifat yang bentuk dasarnya (saat dicari di dalam kamus bahasa jepang) tidak memiliki akhiran khusus. Berbeda dengan i-keiyoushi yang selalu berakhiran ~i, kelompok ini biasanya berakhiran vokal selain i (a, u, e, o) atau konsonan n (ん).

Lalu mengapa disebut berakhiran ~na? Alasannya, karena akhiran ~na hanya muncul (disisipkan) ketika kata sifat ini digunakan langsung sebelum kata benda.

Perhatikan tabel berikut ini!
Bentuk Kamus Arti Bentuk ~na
しずか Shizuka Tenang / Sepi しずかな Shizuka na
ひま Hima Senggang / Luang ひまな Hima na
へた Heta Kurang mahir / Payah へたな Heta na
じょうず Jouzu Pandai / Mahir じょうずな Jouzu na
たいせつ Taisetsu Penting / Berharga たいせつな Taisetsu na
かんたん Kantan Mudah / Gampang かんたんな Kantan na
しんせつ Shinsetsu Ramah / Baik hati しんせつな Shinsetsu na
Contoh penggunaan dalam kalimat:
  • Tanpa ~na (Predikat) ここはしずかです Koko wa shizuka desu Arti: Di sini tenang.
    Pakai ~na (Menerangkan Benda) しずかまち Shizuka na machi Arti: Kota yang tenang.
  • Tanpa ~na (Predikat) しけんはかんたんです Shiken wa kantan desu Arti: Ujiannya mudah.
    Pakai ~na (Menerangkan Benda) かんたんしけん Kantan na shiken Arti: Ujian yang mudah.
  • Tanpa ~na (Predikat) かれはしんせつです Kare wa shinsetsu desu Arti: Dia ramah.
    Pakai ~na (Menerangkan Benda) しんせつひと Shinsetsu na hito Arti: Orang yang ramah.
  • Tanpa ~na (Predikat) あしたはひまです Ashita wa hima desu Arti: Besok senggang.
    Pakai ~na (Menerangkan Benda) ひまとき Hima na toki Arti: Waktu senggang.

2. Kelompok Pengecualian
Terdapat kata dasar (bentuk kamus) yang berakhiran ~i tapi masuk kedalam ~na keiyoushi. Kata-kata ini sering mengecoh karena secara visual terlihat seperti i-keiyoushi, namun secara tata bahasa wajib menggunakan ~na saat bertemu kata benda.

Pengetahuan ini sangatlah penting, agar tidak salah nantinya dalam mengubah kata ke bentuk negatif, lampau dan lain-lain.

Berikut ini adalah beberapa kata dasar kelompok pengecualian tersebut:
Bentuk Kamus Arti Bentuk ~na
きれい Kirei Cantik / Bersih きれいな Kirei na
ゆうめい Yuumei Terkenal ゆうめいな Yuumei na
きらい Kirai Benci / Tidak suka きらいな Kirai na
すき Suki Suka すきな Suki na
べんり Benri Praktis / Nyaman べんりな Benri na
げんき Genki Sehat / Semangat げんきな Genki na
Contoh penggunaan dalam kalimat:
  • Tanpa ~na (Predikat) はなはきれいです Hana wa kirei desu Arti: Bunganya cantik.
    Pakai ~na (Menerangkan Benda) きれいはな Kirei na hana Arti: Bunga yang cantik.
  • Tanpa ~na (Predikat) あのかしゅはゆうめいです Ano kashu wa yuumei desu Arti: Penyanyi itu terkenal.
    Pakai ~na (Menerangkan Benda) ゆうめいかしゅ Yuumei na kashu Arti: Penyanyi yang terkenal.
  • Tanpa ~na (Predikat) わたしはりんごがすきです Watashi wa ringo ga suki desu Arti: Saya suka apel.
    Pakai ~na (Menerangkan Benda) すきたべもの Suki na tabemono Arti: Makanan yang disukai.
  • Tanpa ~na (Predikat) このけいたいはべんりです Kono keitai wa benri desu Arti: HP ini praktis.
    Pakai ~na (Menerangkan Benda) べんりけいたい Benri na keitai Arti: HP yang praktis.

3. Bentuk Negatif

Seperti halnya i-keiyoushi, na-keiyoushi juga memiliki bentuk negatif. Untuk mengubah kedalam bentuk negatif caranya adalah dengan menambahkan じゃない (ja nai) setelah kata sifat bentuk kamus.

Perlu diingat, kita tidak perlu menambahkan akhiran ~na pada kata sifat berbentuk negatif meskipun diikuti oleh kata benda. Jadi langsung saja tambahkan じゃない (ja nai) setelah kata sifat bentuk kamus.

Perhatikan contoh berikut ini!
Bentuk Negatif Negatif + Kata Benda Arti
しずかじゃない Shizuka ja nai しずかじゃない まち Shizuka ja nai machi Tidak tenang / Kota yang tidak tenang
ひまじゃない Hima ja nai ひまじゃない ひ Hima ja nai hi Tidak senggang / Hari yang tidak senggang
にぎやかじゃない Nigiyaka ja nai にぎやかじゃない こうえん Nigiyaka ja nai kouen Tidak ramai / Taman yang tidak ramai
きれいじゃない Kirei ja nai きれいじゃない へや Kirei ja nai heya Tidak bersih / Kamar yang tidak bersih
Catatan: untuk bentuk standar sopan dalam percakapan sehari-hari, tambahkan です (desu) diakhir kalimat.

4. Bentuk Lampau Postitif

Untuk mengubah na-keiyoushi kedalam bentuk lampau (menyatakan sifat di masa lalu), kita cukup menambahkan でした (deshita) setelah kata sifat bentuk kamus.

Sama seperti bentuk negatif, saat menggunakan bentuk lampau, akhiran ~na tidak digunakan meskipun kata sifat tersebut diikuti oleh kata benda.

Perhatikan contoh berikut ini!
Bentuk Lampau (Sopan) Contoh Kalimat Arti
しずかでした Shizuka deshita まちは しずかでした Machi wa shizuka deshita Kotanya dulu tenang
ひまでした Hima deshita きのうは ひまでした Kinou wa hima deshita Kemarin senggang
にぎやかでした Nigiyaka deshita まつりは にぎやかでした Matsuri wa nigiyaka deshita Festivalnya dulu ramai
きれいでした Kirei deshita へやは きれいでした Heya wa kirei deshita Kamarnya dulu bersih
Catatan: untuk bentuk standar sopan dalam percakapan sehari-hari, kita tidak perlu menambahkan です (desu) diakhir kalimat, karena でした (deshita) sudah merupakan bentuk sopan.

5. Bentuk Lampau Negatif

Untuk menyatakan sifat negatif di masa lampau (contoh: "dulunya tidak ramai"), caranya adalah dengan menambahkan じゃなかった (ja nakatta) setelah kata sifat bentuk kamus.

Catatan: Untuk bentuk standar sopan dalam percakapan sehari-hari, cukup tambahkan です (desu) di akhir kalimat (Contoh: Shizuka ja nakatta desu).
Bentuk Lampau Negatif Contoh Kalimat Arti
しずかじゃなかった Shizuka ja nakatta まちは しずかじゃなかった Machi wa shizuka ja nakatta Kotanya dulu tidak tenang
ひまじゃなかった Hima ja nakatta きのうは ひまじゃなかった Kinou wa hima ja nakatta Kemarin tidak senggang
にぎやかじゃなかった Nigiyaka ja nakatta まつりは にぎやかじゃなかった Matsuri wa nigiyaka ja nakatta Festivalnya dulu tidak ramai
きれいじゃなかった Kirei ja nakatta へやは きれいじゃなかった Heya wa kirei ja nakatta Kamarnya dulu tidak bersih

Hari Ke-17 Kosakata Anggota Tubuh

Setelah mempelajari perubahan kata sifat, hari ini kita akan mempelajari kosakata tentang anggota tubuh. Cara terbaik untuk menghafalnya adalah dengan menunjuk bagian tubuh tersebut sambil mengucapkan namanya dalam bahasa Jepang.

1. Anggota Tubuh di Kepala

Anggota Tubuh Hiragana Romaji
Kepala あたま Atama
Rambut かみ Kami
Mata Me
Hidung はな Hana
Telinga みみ Mimi
Mulut くち Kuchi
Gigi Ha
Lidah した Shita
Pipi ほほ Hoho
Dagu あご Ago
2. Anggota Tubuh di Badan
Anggota Tubuh Hiragana Romaji
Bahu かた Kata
Dada むね Mune
Perut おなか Onaka
Pinggang こし Koshi
Punggung せなか Senaka
Pusar へそ Heso
Lengan / Tangan Te
Siku ひじ Hiji
Pergelangan Tangan てくび Tekubi
Jari Tangan ゆび Yubi
Kuku つめ Tsume
3. Anggota Tubuh di Kaki
Anggota Tubuh Hiragana Romaji
Kaki (Seluruhnya) あし Ashi
Paha ふともも Futomomo
Lutut ひざ Hiza
Betis ふくらはぎ Fukurahagi
Pergelangan Kaki あしくび Ashikubi
Telapak Kaki / Tumit あしのうら Ashi no ura
Jari Kaki あしゆび Ashiyubi
4. Menyebut Bagian Tubuh Yang Sakit
Untuk menyatakan bagian tubuh yang sakit, kita bisa menggunakan pola kalimat berikut:
[Bagian Tubuh] + が (ga) + いたい (itai) + です (desu).
Ungkapan Sakit Contoh Kalimat Arti
Sakit Perut おなかが いたいです Onaka ga itai desu Perut (saya) sakit
Sakit Gigi はが いたいです Ha ga itai desu Gigi (saya) sakit
Sakit Pinggang こしが いたいです Koshi ga itai desu Pinggang (saya) sakit
Catatan:
  • Sebagai pembelajar pemula, kita seringkali bingung membedakan penggunaan partikel が (ga) dan は (wa).
  • Kita menggunakan partikel が(ga) ketika ingin menegaskan bahwa kata sebelum partikel adalah subjek yang menjadi pelaku atau pemilik kondisi yang sedang dibicarakan.
  • Partikel は (wa) berfungsi untuk menandai bahwa kata sebelum partikel adalah topik yang akan dijelaskan oleh kita.
  • Pada kalimat おなかが いたいです (onaka ga itai desu). Kita sedang menegaskan (onaka/perut) adalah pemilik kondisi (sakit) yang sedang dibicarakan.
  • Pada kalimat おなかは いたいです (onaka wa itai desu). Kita sedang menandai bahwa (onaka/perut) adalah topik yang akan dijelaskan oleh kita. 

Hari Ke-18 Memakai Benda Pada Tubuh

Dalam bahasa Indonesia, kita cukup menggunakan "memakai", untuk menyatakan bahwa kita sedang memakai suatu benda di tubuh kita. Namun dalam bahasa Jepang, kata kerja yang digunakan berbeda-beda tergantung pada anggota tubuh mana benda tersebut dipakai, cara pemakaian dan cara bendanya berinteraksi dengan tubuh.

1. Benda yang dipakai di Kepala

Secara umum, untuk benda yang diletakkan di atas kepala, kita menggunakan kata kerja かぶります (Kaburimasu). Namun, jika benda tersebut hanya menempel di wajah atau disangkutkan di telinga, kata kerjanya akan berubah.
Nama Alat Arti Kata Kerja (Sopan)
ヘルメット herumetto Helm かぶります (kaburimasu)
ぼうし boushi Topi かぶります (kaburimasu)
めがね megane Kacamata かけます (kakemasu)
マスク masuku Masker つけます (tsukemasu)
イヤーマフ iyaamafu Pelindung Telinga (Earmuff) つけます (tsukemasu)
Catatan:
  • Meskipun sama-sama berada di area kepala, perbedaan kata kerja ini ditentukan oleh cara benda tersebut berinteraksi dengan tubuh.
  • かぶります (Kaburimasu) digunakan untuk benda yang menutupi atau membungkus bagian atas kepala.
  • かけます (Kakemasu) digunakan untuk benda yang disangkutkan atau digantungkan pada titik tumpu tertentu sebagai penyangga (seperti telinga, hidung, atau leher) tanpa benar-benar menempel rapat.
  • つけます (Tsukemasudigunakan untuk benda yang "disatukan" atau "direkatkan" pada satu titik spesifik agar tidak terlepas (ditusukkan, ditempel atau dijepit).

2. Benda yang dipakai di Badan (Karada)

Untuk pakaian yang dikenakan dengan cara memasukkan lengan dan bahu (menutupi tubuh bagian atas), kita menggunakan kata kerja きます (Kimasu). Perhatikan tabel berikut ini!
Nama Benda Arti Kata Kerja (Sopan)
シャツ shatsu Kemeja / Kaos きます (kimasu)
ジャケット jaketto Jaket きます (kimasu)
コート kooto Mantel / Coat きます (kimasu)
セーター seetaa Sweter きます (kimasu)
3. Benda yang dipakai di Kaki (Ashi)
Untuk benda yang dikenakan pada tubuh bagian bawah (pinggang ke bawah), kita menggunakan kata kerja はきます (Hakimasu). Perhatikan tabel berikut ini!
Nama Benda Arti Kata Kerja (Sopan)
ズボン zubon Celana はきます (hakimasu)
スカート sukaato Rok はきます (hakimasu)
くつした kutsushita Kaos Kaki はきます (hakimasu)
くつ kutsu Sepatu はきます (hakimasu)
サンダル sandaru Sandal はきます (hakimasu)
4. Benda yang dipakai di Tangan (Te)
Untuk benda yang cara pakainya adalah dengan cara "memasukkan" jari ke dalam lubang atau menyarungkannya ke tangan, kita menggunakan kata kerja はめます (Hamemasu). Apabila cara pemakaiannya dililitkan di tangan, maka kata kerja yang digunakan します (Shimasu).
Nama Benda Arti Kata Kerja (Sopan)
てぶくろ tebukuro Sarung Tangan はめます (hamemasu)
ゆびわ yubiwa Cincin はめます (hamemasu)
とけい tokei Jam Tangan します (shimasu)
ブレスレット buresuretto Gelang します (shimasu)

Hari Ke-19: Jikoshoukai (Perkenalan Diri)

Dalam budaya Jepang, jikoshoukai (perkenalan diri) bukan sekadar menyebutkan nama, melainkan bentuk penghormatan dan permohonan kerja sama yang baik di masa depan. Perkenalan diri standar biasanya mengikuti urutan:
Salam Pembuka → Informasi Diri → Salam Penutup.

1. Salam Pembuka

  1. Ucapkan salam (selamat pagi, siang, malam) sesuai situasi dalam posisi berdiri tegak.
  2. Ucapkan はじめまして (Hajimemashite) = Perkenalkan!
  3. Melakukan ojigi (membungkuk) sebagaimana yang telah dijelaskan pada Materi Hari Ke-4: Aisatsu dan Ojigi sebesar kurang lebih 30 derajat (keirei).

2. Informasi Diri

- Untuk menyebutkan nama, gunakan pola:
Watashi + no + namae + wa +  [nama lengkap] + desu. 
Contoh: 
わたしの なまえは ブディ・サヌシ です。
(Watashi no namae wa Budi Sanushi desu)
Nama saya adalah Budi Sanusi.
Catatan:
Gunakan tanda titik tengah, untuk mempermudah membaca nama lengkap orang non-jepang.

- Untuk menyebutkan nama panggilan, gunakan pola:
[nama panggilan] + Yobareteimasu.
Contoh:
ブディ よばれています。
(Budi Yobareteimasu)
Biasa dipanggil Budi.

- Untuk menyebutkan asal negara atau daerah, gunakan pola:
[nama negara] + kara kimashita.
Contoh:
インドネシアから きました。
(Indoneshia kara kimashita)
Saya dari Indonesia.

Jika ingin menggabungkan antara nama daerah dan nama negara, maka gunakan pola:
[nama negara] + no + [nama daerah] + kara kimashita.
インドネシア の バンドン から きました
(Indoneshia no bandon kara kimashita)
Saya dari Bandung (yang merupakan bagian dari) Indonesia.

3. Salam Penutup
  1. Ucapkan どうぞ よろしく おねがいします (Douzo yoroshiku onegaishimasu) = Mohon bimbingan dan kerja samanya sambil menatap ramah orang-orang.
  2. Lakukan lagi keirei (ojigi 30 derajat).

Hari Ke-20: Hiragana dan Katakana Bagian 2

1. Hiragana

Setelah kita mempelajari 46 huruf hiragana dasar, dakuon dan handakuon pada hari ke-2. Selanjutnya, kita akan mempelajari Youon dan Sokuon.

A. ようおん (Youon)
ようおん (Youon) adalah bunyi kombinasi dari huruf hiragana yang berakhiran vokal "i" dengan huruf ya, yu dan yo yang ditulis lebih kecil dari ukuran huruf standar .
Huruf Dasar (i) + や (ya kecil) + ゆ (yu kecil) + よ (yo kecil)
き (Ki) きゃKya きゅKyu きょKyo
し (Shi) しゃSha しゅShu しょSho
ち (Chi) ちゃCha ちゅChu ちょCho
に (Ni) にゃNya にゅNyu にょNyo
ひ (Hi) ひゃHya ひゅHyu ひょHyo
み (Mi) みゃMya みゅMyu みょMyo
り (Ri) りゃRya りゅRyu りょRyo
ぎ (Gi) ぎゃGya ぎゅGyu ぎょGyo
じ (Ji) じゃJa じゅJu じょJo
び (Bi) びゃBya びゅByu びょByo
ぴ (Pi) ぴゃPya ぴゅPyu ぴょPyo
Catatan:
  • Penulisan huruf ゃ, ゅ, ょukurannya harus lebih kecil dari ukuran standar. Jika ditulis besar, maka akan dibaca sebagai dua suku kata yang terpisah (Contoh: きや dibaca ki-ya, sedangkan きゃ dibaca kya).
  • Perbedaan ukuran huruf ゃ, ゅ, ょ sebagai ようおん (youon) dapat mengubah arti.
  • Contoh: びょういん (Byouin) = Rumah Sakit dan  びよういん (Biyouin) = Salon Kecantikan.

B. そくおん (sokuon)
そくおん (sokuon) adalah huruf tsu kecil っ yang membuat huruf konsonan setelahnya menjadi rangkap (double). Perhatikan tabel berikut ini!
Tanpa Sokuon (Bunyi Tunggal) Arti Dengan Sokuon (Bunyi Rangkap) Arti
さか Saka Tanjakan Sakka Penulis
おと Oto Suara Otto Suami
かこ Kako Masa Lalu Kakko Tanda Kurung
にき Ni-ki (Dua periode) Nikki Buku Harian

2. Katakana 

Sebagaimana dalam huruf hiragana, dalam katakana juga terdapat youon dan sokuon. Ketentuan youon dan sokuon dalam katakana juga sama, untuk youon menggunakan ya (ャ), yu (ュ), dan yo (ョ) kecil dan sokuon menggunakan tsu kecil (ッ).

Khusus untuk Katakana, ada satu tanda tambahan yang sering muncul bersama Youon dan Sokuon, yaitu ちょうおんぷ (chouonpu atau umumnya ditulis chōonpu) (ー) atau garis panjang untuk memperpanjang suara vokal dari huruf sebelumnya. Tanda ini berbentuk garis horizontal panjang.

Contoh:
  • コーヒー (koohii) = Kopi.
  • ノート (Nooto) = Buku Catatan.
  • タクシー (Takushii) = Taksi.

Hari Ke-21: Satuan angka まん Man

Setelah menguasai angka satuan hingga ribuan, hari ini kita naik level ke angka puluhan ribu hingga jutaan. Dalam bahasa Jepang, setelah angka 9.999 (Kyuu-sen kyuu-hyaku kyuu-juu kyuu), kita tidak menyebut "sepuluh ribu" sebagai juu-sen, melainkan satuan baru yaitu Ichiman.
Angka Hiragana & Romaji Arti
10.000 いちまん Ichiman Sepuluh Ribu
50.000 ごまん Goman Lima Puluh Ribu
100.000 じゅうまん Juuman Seratus Ribu
500.000 ごじゅうまん Gojuuman Lima Ratus Ribu
1.000.000 ひゃくまん Hyakuman Satu Juta
Catatan:
  • Dalam bahasa Indonesia, kita menggunakan basis 1.000 (ribuan), sedangkan dalam bahasa Jepang menggunakan basis 10.000 (puluhan ribu).
  • Oleh sebab itu, cara termudah untuk menyebutkan angka puluhan ribu sampai jutaan adalah dengan menarik terlebih dahulu empat angka dari belakang.
  • 10.000 = 1 | 0000 (empat angka dari belakang) = Ichiman.
  • 100.000 = 10 | 0000 (empat angka dari belakang) = Juuman.
  • 1.000.000 = 100 | 0000 (empat angka dari belakang) = Hyakuman.

Lalu bagaimana kita menyebut angka: 1.254.395 dalam bahasa Jepang?
  • Pertama, pisahkan angka yang berada di depan dengan empat angka dibelakang: 125 | 4395.
  • Kedua, kita mengetahui dari materi ke-5 bahwa untuk menyebut angka 125 adalah Hyaku Ni Juu Go.
  • Ketiga, tanda pemisah tersebut kita anggap sebagai まん (Man).
  • Keempat, kita juga telah mengetahui bahwa untuk menyebut angka 4395 adalah Yon Sen San Byaku Kyuu Juu Go.
  • Kelima, gabungkan penyebutan angka menjadi Hyaku Ni Juu Go Man Yon Sen San Byaku Kyuu Juu Go atau bila ditulis dalam huruf hiragana menjadi: ひゃくにじゅうごまん よんせんさんびゃくきゅうじゅうご.
Luar biasa! Kita baru saja menyelesaikan maraton materi di Minggu ke-3. Sekarang, kita tidak hanya bisa menyebutkan kata benda, tapi juga bisa menjelaskan apakah benda itu besar, mahal, atau bahkan menyatakan kondisi kesehatan kita dalam bahasa Jepang. 

Ingat, kunci utama dalam bahasa Jepang bukanlah seberapa cepat kita menghafal, melainkan seberapa konsisten kita menggunakannya dalam konteks sehari-hari.

Teruslah berlatih dan sampai jumpa di materi Minggu ke-4!
Baca selengkapnya »

Bahasa Jepang N5 Part 2: Kata Tunjuk & Kata Kerja Bahasa Jepang

Selamat datang di Minggu Ke-2 perjalanan belajar bahasa Jepang N5! Setelah belajar bahasa Jepang N5 di minggu pertama, pada artikel kali ini kita akan memperdalam kemampuan komunikasi praktis.

Mulai dari Hari ke-8 hingga ke-14, fokus utama kita adalah menguasai sistem kata tunjuk, baik untuk benda, tempat, hingga arah, lengkap dengan bentuk formalnya agar kita bisa berinteraksi secara baik dengan orang Jepang.

Belajar Kata Tunjuk dan Kata Kerja Bahasa Jepang
Gambar: Hiragana Ko-So-A-Do

Tidak hanya itu, cakupan materi akan meluas pada penguasaan kosakata transportasi dan anggota keluarga. Puncaknya, kita akan membedah fondasi paling krusial dalam tata bahasa Jepang, yaitu pembagian serta perubahan Kata Kerja Kelompok 1, 2, dan 3.

Mari persiapkan diri untuk melangkah ke level berikutnya!

Hari Ke-8: Kata Tunjuk Benda

Setelah menguasai huruf dan angka, hari ini kita akan belajar bagaimana menunjuk suatu benda dalam bahasa Jepang. Kata tunjuk sangat penting dalam percakapan sehari-hari.

1. Kore, Sore, Are, Dore
A. これ (kore)
これ (kore) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan benda yang dekat dengan pembicara. Dalam bahasa Indonesia, Kore = ini. Contoh: Ini adalah buku (kore wa hon desu).
Bedah Struktur Kalimat:
  • これ (kore): Ini (dekat dengan pembicara).
  • は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • ほん (hon): Buku.
  • です (desu): Penutup kalimat formal (huruf "u" samar/tidak dibaca).

B. それ (sore) 
それ (sore) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan benda yang dekat dengan lawan bicara. Dalam bahasa Indonesia, sore = itu. Contoh: Itu adalah mobil (sore wa kuruma desu).
Bedah Struktur Kalimat:
  • それ (sore): Itu (dekat lawan bicara).
  • は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • くるま (kuruma): Mobil.
  • です (desu): Penutup kalimat formal (huruf "u" samar/tidak dibaca).

C. あれ (are)
あれ (are) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan benda yang jauh dari pembicara maupun lawan bicara. Dalam bahasa Indonesia, are = itu (jauh dari keduanya). Contoh: Itu adalah langit (are wa sora desu).
Bedah Struktur Kalimat:
  • あれ (are): Itu (jauh dari keduanya).
  • は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • そら (sora): Langit.
  • です (desu): Penutup kalimat formal (huruf "u" samar/tidak dibaca).

D. どれ (dore)
Jika これ (kore), それ (sore), dan あれ (are) digunakan untuk menunjuk benda, maka どれ (dore) adalah kata yang kita gunakan untuk menanyakan benda yang ditunjuk tersebut.

Gunakan Dore saat kita dihadapkan pada 3 pilihan atau lebih dan ingin bertanya, "Yang mana?".
Contoh: Buku kamu yang mana? (あなた の ほん は どれ です か / anata no hon wa dore desu ka).
Bedah Struktur Kalimat:
  • あなた (anata): Kamu.
  • の (no): Partikel yang berfungsi untuk menghubungkan kepemilikan.
  • ほん (hon): Buku.
  • は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • どれ (dore): Yang mana? (kata tanya).
  • です か (desu ka): Penutup kalimat tanya (Partikel Ka berfungsi sebagai pengganti tanda tanya).
Kata Arti Posisi Benda
これ Kore Ini Dekat Pembicara
それ Sore Itu Dekat Lawan Bicara
あれ Are Itu (Jauh) Jauh dari Keduanya
どれ Dore Yang Mana? Kata Tanya untuk menanyakan benda yang ditunjuk lebih dari tiga.
Catatan:
Jika benda yang dipilih hanya ada dua, orang Jepang menggunakan どちら (Dochira).

Contoh:
これ と それ、 どちら が すき です か
(Kore to sore, dochira ga suki desu ka?)
Arti: Antara ini dan itu, manakah yang kamu suka?

Bedah Struktur Kalimat:
  • これ (kore): Ini (Benda dekat pembicara).
  • と (to): dan / antara (Partikel penghubung dua benda).
  • それ (sore): Itu (Benda dekat lawan bicara).
  • どちら (dochira): Yang mana? (khusus untuk 2 pilihan).
  • が (ga): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah pilihan atau jawaban penegasan dari suatu topik yang sedang dibicarakan. Pada contoh kalimat ini, dengan menggunakan partikel ga, yang mana? berubah menjadi yang manakah?
  • すき (suki): suka.
  • です (desu): Penutup kalimat formal.
  • か (ka): Partikel pengganti tanda tanya.

2.Kono, Sono, Ano, Dono

Meskipun sama-sama kata penunjuk, kono, sono, ano, dan dono  memiliki perbedaan dalam penggunaan dan rumus kalimatnya.

Perbedaan Penggunaan:
  • Kore, sore, are, dore adalah kata tunjuk yang berfungsi sebagai kata benda yang bersifat mandiri, sehingga tidak boleh langsung disandingkan dengan kata benda lainnya. Oleh sebab itu, setelah kata tunjuk ini wajib langsung menggunakan partikel.
  • Kono, sono, ano, dono adalah kata tunjuk yang digunakan sebagai pengiring kata benda, sehingga lawan bicara tahu secara spesifik benda mana yang sedang dibicarakan.  

Perbedaan Rumus:
  • Kore, sore, are, dore: Tidak boleh langsung diikuti kata benda
  • Kono, sono, ano, dono: Wajib diikuti langsung oleh kata benda.

A. この (kono)
この (kono) adalah kata tunjuk yang wajib diikuti kata benda untuk menunjukkan benda yang dekat dengan pembicara. Misalnya, この ほん は わたし の です (Kono hon wa watashi no desu) = Buku ini adalah milik saya.
Bedah Struktur Kalimat:
  • この (kono): ...ini (Harus menempel pada kata benda).
  • ほん (hon): Buku.
  • は (wa): Partikel yang menunjukkan bahwa "Buku ini" adalah inti pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • わたし (watashi): Saya.
  • の (no): Partikel yang berfungsi untuk menghubungkan kepemilikan.
  • です (desu): Penutup kalimat formal.

B. その (sono)
その (sono) adalah kata tunjuk yang wajib diikuti kata benda untuk menunjukkan benda yang dekat dengan lawan bicara. Misalnya, その くるま は わたし の です (Sono kuruma wa watashi no desu) = Mobil itu adalah milik saya.
Bedah Struktur Kalimat:
  • その (sono): ...itu (dekat lawan bicara).
  • くるま (kuruma): Mobil.
  • は (wa): Partikel yang menunjukkan bawa "mobil itu" adalah inti pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • わたし (watashi): Saya.
  • の (no): Partikel yang berfungsi untuk menghubungkan kepemilikan.
  • です (desu): Penutup kalimat formal.

C. あの (ano)
あの (ano) adalah kata tunjuk yang wajib diikuti kata benda untuk menunjukkan benda yang jauh dari keduanya. Misalnya, あの やま は たかい です (Ano yama wa takai desu) = Gunung itu tinggi.
Bedah Struktur Kalimat:
  • あの (ano): ...itu (jauh dari keduanya).
  • やま (yama): Gunung.
  • は (wa): Partikel yang menunjukkan bahwa "gunung itu" adalah inti pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • たかい (takai): Tinggi.
  • です (desu): Penutup kalimat formal.

D. どの (dono)

Jika kono, sono, ano digunakan untuk menspesifikkan benda mana yang sedang dibicarakan, maka どの (Dono) adalah kata tanya "Yang mana?" yang wajib diikuti kata benda.

Gunakan dono saat kita dihadapkan pada 3 pilihan atau lebih dan ingin bertanya, "... yang mana?". Jika benda yang dipilih hanya ada dua, orang Jepang menggunakan どちら (Dochira).
Contoh: どの くる が あなた の です か (Dono kuruma ga anata no desu ka?) = Mobil yang mana yang merupakan milik Anda?
Bedah Struktur Kalimat:
  • どの (dono): Yang mana? (Kata tanya atributif).
  • くるま (kuruma): Mobil (Kata benda yang wajib menempel).
  • が (ga): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah pilihan atau jawaban penegasan dari suatu topik yang sedang dibicarakan. Pada contoh kalimat ini, dengan menggunakan partikel ga, yang mana? berubah menjadi yang manakah?
  • あなた (anata): Anda.
  • の (no): Milik.
  • です (desu): Penutup formal.
  • か (ka): Partikel pengganti tanda tanya.
Kata Arti Penggunaan
このKono ... ini + Kata Benda (Dekat Pembicara)
そのSono ... itu + Kata Benda (Dekat Lawan Bicara)
あのAno ... itu (jauh) + Kata Benda (Jauh dari Keduanya)
どのDono ... yang mana? + Kata Benda (Kata Tanya untuk 3 pilihan atau lebih)

Hari Ke-9: Kata Tunjuk Tempat, Arah dan Bentuk Sopan

Setelah mempelajari ko-so-a-do dengan akhiran -re (kore, sore, are, dore) dan akhiran -no (kono, sono, ano, dono) yang berfungsi untuk kata tunjuk benda. Sekarang, kita akan mempelajari ko-so-a-do dengan akhiran -ko yang berfungsi untuk menunjukan tempat atau lokasi.

1. Koko, Soko, Asoko dan Doko

A. ここ (koko)
ここ (koko) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan tempat yang dekat dengan pembicara. Dalam bahasa Indonesia, koko = disini. 
Contoh: ここ は きょうしつ です (koko wa kyoushitsu desu) = Di sini adalah ruangan kelas .
Bedah Struktur Kalimat:
  • ここ (koko): Di sini (dekat pembicara).
  • は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • きょうしつ (kyoushitsu): Ruang kelas.
  • です (desu): Penutup kalimat formal.

B. そこ (soko)
そこ (soko) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan tempat yang berada di dekat lawan bicara. Dalam bahasa Indonesia, Soko = Di situ
Contoh: そこ は トイレ です  (soko wa toire desu) = Di situ adalah toilet.
Bedah Struktur Kalimat:
  • そこ (soko): Di situ (dekat lawan bicara).
  • は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • トイレ (toire): Toilet (Kata ini menggunakan huruf Katakana karena merupakan kata serapan dari bahasa asing).
  • です (desu): Penutup kalimat formal.

C. あそこ (asoko)
あそこ (asoko) adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan tempat yang jauh dari pembicara maupun lawan bicara. Berbeda dengan pola sebelumnya, bentuk "jauh" untuk tempat bukan Ako, melainkan AsokoDalam bahasa Indonesia, Asoko = Di sana
Contoh: あそこ は かいぎしつ です (asoko wa kaigishitsu desu) = Di sana adalah ruangan rapat.
Bedah Struktur Kalimat:
  • あそこ (asoko): Di sana (jauh dari keduanya).
  • は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • かいぎしつ (kaigishitsu): Ruangan rapat.
  • です (desu): Penutup kalimat formal.

D. どこ (doko)
どこ (doko) adalah kata tanya yang digunakan untuk menanyakan lokasi suatu tempat. Dalam bahasa Indonesia, Doko = Di mana
Contoh: トイレ は どこ です か (toire wa doko desu ka) = Toilet ada di mana? .
Bedah Struktur Kalimat:
  • トイレ (toire): Toilet.
  • は (wa): Partikel yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah inti dari pembicaraan. Ketika menjadi partikel, huruf ha dibaca wa.
  • どこ (doko): Di mana (kata tanya).
  • です (desu): Penutup kalimat formal.
  • か (ka): Partikel yang berfungsi sebagai pengganti tanda tanya.
Kata Arti Posisi Tempat
ここKoko Di sini Dekat Pembicara
そこSoko Di situ Dekat Lawan Bicara
あそこAsoko Di sana Jauh dari Keduanya
どこDoko Di mana? Kata tanya untuk menanyakan tempat.
2. Kochira, Sochira, Achira, Dochira
Selanjutnya, kita akan belajar tentang ko-so-a-do dengan akhiran -chira yang berfungsi untuk: 
  • Menunjukkan arah (sebelah sini, sebelah situ, sebelah sana, di sebelah mana).
  • Bentuk sopan untuk menunjuk tempat (menggantikan koko, soko, asoko).
  • Kata tunjuk untuk manusia/orang (jangan menggunakan ko-so-a-do berakhiran -re untuk kata tunjuk manusia/orang karena secara etika budaya orang Jepang tidak sopan).

A. こちら (kochira)
こちら (kochira) adalah kata tunjuk untuk arah di dekat pembicara, bentuk sopan dari tempat (koko), atau untuk memperkenalkan orang. Dalam bahasa Indonesia, kochira = sebelah sini / ini (sopan).

Contoh:
  • こちら へ どうぞ (kochira e douzo) = Silakan ke sebelah sini.
  • こちら は たなかさん です (kochira wa Tanaka-san desu) = Ini adalah Tuan Tanaka.
Bedah Struktur Kalimat:
  • こちら (kochira): Sebelah sini / Ini (sopan).
  • へ (e): Partikel penanda arah tujuan.
  • どうぞ (douzo): Silahkan.
  • たなかさん (Tanaka-san): Tuan/Nyonya Tanaka.

B. そちら (sochira)
そちら (sochira) adalah kata tunjuk untuk arah di dekat lawan bicara atau bentuk sopan dari tempat (soko). Dalam bahasa Indonesia, sochira = sebelah situ.

Contoh:
  • そちら は でぐち です (sochira wa deguchi desu) = Sebelah situ adalah pintu keluar.
  • そちら は どなた です か (sochira wa donata desu ka) = Orang yang di sebelah situ siapa? 
Bedah Struktur Kalimat:
  • でぐち (deguchi): Pintu keluar.
  • どなた (donata): Siapa (bentuk sopan dari dare).
  • か (ka): Partikel pengganti kata tanya.

C. あちら (achira)
あちら (achira) adalah kata tunjuk untuk arah yang jauh dari pembicara maupun lawan bicara atau bentuk sopan dari tempat (asoko). Dalam bahasa Indonesia, achira = sebelah sana.

Contoh: 
  • あちら は きっさてん です (achira wa kissaten desu) = Sebelah sana adalah kafe/kedai kopi. 
  • あちら は わたし の だいがく です (achira wa watashi no daigaku desu) = Di sana adalah universitas saya.
Bedah Struktur Kalimat:
  • きっさてん (kissaten): Kafe/Kedai kopi.
  • わたし(watashi): Saya.
  • だいがく (daigaku): Universitas.
  • の (no): Partikel kepemilikan.

D. どちら (dochira)
どちら (dochira) memiliki dua fungsi:
  • Kata tanya untuk pilihan yang berjumlah dua.
  • kata tanya sopan untuk menanyakan arah atau lokasi tempat. Dalam bahasa Indonesia, dochira = di sebelah mana / yang mana?
Contoh:
エレベーター は どちら です か (erebeetaa wa dochira desu ka) = Lift ada di sebelah mana? 
かいぎしつ は どちら です か (Kaigishitsu wa dochira desu ka) = Ruangan rapatnya di sebelah mana?
Bedah Struktur Kalimat:
  • エレベーター (erebeetaa): Lift (Katakana).
  • かいぎしつ (kaigishitsu): Ruangan rapat.
  • どちら (dochira): Di sebelah mana / Mana? (sopan).
Kata (Romaji) Arti Fungsi & Penggunaan
こちら (Kochira) Sebelah sini / Ini Menunjuk arah dekat pembicara atau memperkenalkan orang secara sopan.
そちら (Sochira) Sebelah situ / Itu Menunjuk arah dekat lawan bicara atau merujuk orang di sisi lawan bicara.
あちら (Achira) Sebelah sana / Itu Menunjuk arah yang jauh dari keduanya atau tempat/orang di kejauhan.
どちら (Dochira) Di Sebelah Mana / Yang Mana Kata tanya sopan untuk lokasi, arah, atau pilihan antara 2 hal.

Hari Ke-10: Kosakata Transportasi

Apabila kita tinggal di Jepang, kita akan sering menggunakan alat transportasi untuk bepergian. Oleh sebab itu, hari ini kita akan belajar kosakata yang berhubungan dengan transportasi.

1. Alat-alat Transportasi

  • でんしゃ (Densha): Kereta Listrik.
  • ちかてつ (Chikatetsu): Kereta Bawah Tanah.
  • しんかんせん (Shinkansen): Kereta Cepat.
  • くるま (Kuruma): Mobil.
  • バス (Basu): Bus.
  • タクシー (Takushii): Taksi
  • バイク (Baiku): Sepeda Motor
  • じてんしゃ (Jitensha): Sepeda
  • ふね (Fune): Kapal Laut
  • ボート (Booto): Perahu/Boat
  • フェリー (Ferii): Kapal Feri
  • ひこうき (Hikouki): Pesawat Terbang
  • ヘリコプター (Herikoputaa): Helikopter

2. Tempat Transportasi

  • えき (Eki): Stasiun (Kereta).
  • バスてい (Basutei): Halte Bus.
  • ちゅうしゃじょう (Chuushajou): Tempat Parkir (Mobil/Motor).
  • みなと (Minato): Pelabuhan.
  • くうこう (Kuukou): Bandara.

3. Navigasi Transportasi

  • のる (Noru): Naik (kendaraan).
  • おりる (Oriru): Turun (kendaraan).
  • とまる (Tomaru): Berhenti.
  • みぎ に まがる (Migi ni magaru): Belok kanan.
  • ひだり に まがる (Hidari ni magaru): Belok kiri.
  • まっすぐ (Massugu): Lurus.
  • みち (Michi): Jalan (infrastruktur jalan, bukan menyuruh kendaraan untuk jalan).
  • みち を わたる (Michi wo wataru): Menyeberang jalan.


Hari Ke-11: Kosakata Anggota Keluarga

Dalam bahasa Jepang, penyebutan anggota keluarga terbagi menjadi dua, yaitu untuk anggota keluarga sendiri (menggunakan kosakata yang rendah hati) dan untuk anggota keluarga orang lain (menggunakan kosakata yang sopan).

1. Ayah, Ibu, Kakek dan Nenek

Hubungan Keluarga Sendiri Keluarga Orang Lain
Ayah ちちChichi おとうさんOtousan
Ibu ははHaha おかあさんOkaasan
Kakek そふSofu おじいさんOjiisan
Nenek そぼSobo おばあさんObaasan
Catatan:
  • Gunakan Chichi, Haha, Sofu dan Sobo, saat kita menceritakan keluarga sendiri kepada orang lain agar terdengar rendah hati.
  • Namun, gunakan Otousan, Okaasan, Ojiisan, dan Obaasan, saat  ketika kita secara langsung sedang memanggil ayah, ibu, kakek dan nenek sendiri atau sedang berbicara dengan sesama anggota keluarga agar terdengar sopan.
  • Untuk penyebutan ayah, ibu, kakek dan nenek orang lain wajib menggunakan Otousan, Okaasan, Ojiisan, dan Obaasan.

2. Saudara Kandung
Hubungan Keluarga Sendiri Keluarga Orang Lain
Kakak Laki-laki あにAni おにいさんOniisan
Kakak Perempuan あねAne おねえさんOneesan
Adik Laki-laki おとうとOtouto おとうとさんOtouto-san
Adik Perempuan いもうとImouto いもうとさんImouto-san
Catatan:
  • Gunakan Ani, Ane, Otouto dan Imouto, saat kita menceritakan keluarga sendiri kepada orang lain agar terdengar rendah hati.
  • Namun, gunakan Oniisan, Oneesan, saat  ketika kita secara langsung sedang memanggil kakak sendiri atau sedang berbicara dengan sesama anggota keluarga agar terdengar sopan.
  • Untuk memanggil adik sendiri, seorang Ayah, Ibu, Kakek, Nenek dan kakak biasanya memanggil dengan Nama Asli mereka ditambah akhiran -chan (adik perempuan), atau akhiran -kun (adik laki-laki).
  • Terkadang, untuk adik laki-laki yang masih bayi, balita juga menggunakan akhiran -chan pada nama mereka agar terdengar lebih imut.
  • Untuk penyebutan kakak dan adik orang lain wajib menggunakan Oniisan, Oneesan, Otouto-san, dan Imouto-san.

3. Pasangan dan Anak

Hubungan Keluarga Sendiri Keluarga Orang Lain
Suami おっと / しゅじんOtto / Shujin ごしゅじんGoshujin
Istri つま / かないTsuma / Kanai おくさんOkusan
Anak こ / こどもKo / Kodomo おこさんOkosan
Catatan:
A. Suami (おっと / しゅじん vs ごしゅじん)
  • おっと (Otto): Digunakan saat menceritakan suami sendiri kepada orang lain dalam situasi formal/netral.
  • しゅじん (Shujin): Secara harfiah berarti "tuan/kepala keluarga". Masih sering digunakan untuk menceritakan suami sendiri, namun beberapa kalangan modern mulai menghindarinya karena dianggap kurang setara. Panggilan Shujin seolah-olah Suami adalah atasan sedangkan istri adalah bawahan (kesetaraan gender).
  • ごしゅじん (Goshujin): Hanya untuk menyebut suami orang lain.

2. Istri (つま / かない vs おくさん)
  • つま (Tsuma): Istilah netral untuk istri sendiri.
  • かない (Kanai): Digunakan saat menceritakan istri sendiri kepada orang lain (nuansanya lebih rendah hati/tradisional).
  • おくさん (Okusan): Hanya untuk istri orang lain.

3. Anak (こども vs おこさん)
  • こども (Kodomo): Digunakan untuk menyebut anak sendiri.
  • おこさん (Okosan): Digunakan untuk anak orang lain.
  • Kita mungkin mendengar istilah こども (Kodomo) di berita televisi saat mereka membahas anak-anak secara umum sebagai kelompok masyarakat. Namun, dalam percakapan pribadi, kita wajib menggunakan おこさん (Okosan) untuk menyebut anak orang yang kita ajak bicara agar tetap sopan.

4. Paman dan Bibi

Hubungan Keluarga Sendiri Keluarga Orang Lain
Paman おじOji おじさんOjisan
Bibi おばOba おばさんObasan
Catatan:
  • Gunakan おじ (Oji) dan おば (Oba) saat menceritakan paman atau bibi sendiri kepada orang lain agar terdengar rendah hati.
  • Sama seperti memanggil Kakak (Oniisan), kita menggunakan おじさん (Ojisan) atau おばさん (Obasan) untuk memanggil paman/bibi sendiri secara sopan di dalam rumah.
  • Di Jepang, kata おじさん (Ojisan) dan おばさん (Obasan) juga digunakan sebagai panggilan umum untuk pria atau wanita dewasa yang tidak dikenal di jalan (setara dengan "Paman/Om" atau "Bibi/Tante" dalam bahasa Indonesia).
  • Hati-hati menggunakannya pada wanita yang sensitif terhadap umur, karena bisa dianggap kurang sopan jika mereka merasa masih muda, gunakan saja おねえさん(Oneesan).
  • Perlu diperhatikan juga, jangan panjangkan penyebutan Ojisan dan Obasan menjadi Ojiisan dan Obaasan agar tidak tertukar dengan Kakek dan Nenek.

Hari Ke-12: Kata Kerja Kelompok 3

Hari Ke-12: Kata Kerja Kelompok 3
Dalam bahasa Jepang, kata kerja dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kata kerja kelompok 1, kata kerja kelompok 2 dan kata kerja kelompok 3. Untuk memudahkan pemahaman, mari kita belajar dulu dari kata kerja kelompok 3.

Kata kerja kelompok 3 hanya terdiri dari dua kata dasar saja, yaitu:
Bentuk Kamus Bentuk Sopan (~Masu) Arti
くる kuru きます kimasu Datang
する suru します shimasu Melakukan
Catatan:
  • Bentuk kamus atau disebut juga kata dasar adalah kata yang dapat dicari dalam kamus bahasa Jepang.
  • Bentuk sopan adalah bentuk kata dasar yang telah mengalami perubahan, biasanya ditambah akhiran ~masu yang bertujuan untuk menghormati lawan bicara.
  • Meskipun kata dasarnya ada dua, kata suru/shimasu  dapat dikombinasikan dengan kata benda. Hal ini membuat jumlah kata kerja kelompok 3 menjadi sangat banyak, namun mudah dipahami.
  • Artinya, ketika kata benda dikombinasikan dengan suru/shimasu, maka kata benda berubah menjadi kata kerja.

Contoh:
Kata Benda Bentuk Kamus Bentuk Sopan Kata Kerja
べんきょうpelajaran べんきょうするbenkyou-suru べんきょうしますbenkyou-shimasu belajar
かいものbelanjaan かいものするkaimono-suru かいものしますkaimono-shimasu berbelanja
さんぽjalan-jalan さんぽするsanpo-suru さんぽしますsanpo-shimasu berjalan-jalan
けっこんpernikahan けっこんするkekkon-suru けっこんしますkekkon-shimasu menikah
Tips Cepat Mengetahui Kata Kerja Kelompok 3:
  • Kata kerja kelompok 3 hanya memiliki dua kata dasar, yaitu kuru dan suru (bentuk kamus). Bentuk kamus tersebut dapat diubah menjadi kimasu dan shimasu agar bentuknya sopan.
  • Kata suru/shimasu dapat dikombinasikan dengan kata benda, sehingga kata benda berubah menjadi kata kerja. Hal ini membuat jumlah kata kerja kelompok 3 menjadi sangat banyak, namun mudah dipahami.

Hari Ke-13: Kata Kerja Kelompok 2

Kata kerja kelompok 2 adalah kata kerja yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
  • Kata dasarnya atau bentuk kamusnya berakhiran ~ru (る)
  • Tepat satu suku kata sebelum akhiran ~ru (る) harus ada bunyi vokal i atau e.

Untuk mengubah bentuk kamus menjadi bentuk sopan, rumusnya sangat mudah, yaitu dengan cara menghapus akhiran ~ru dan menambahkan akhiran ~masu (ます).
Contoh:
Bentuk Kamus Bentuk Sopan (~Masu) Arti
たべるtabe-ru たべますtabe-masu Makan
ねるne-ru ねますne-masu Tidur
みるmi-ru みますmi-masu Melihat
おきるoki-ru おきますoki-masu Bangun
おしえるoshie-ru おしえますoshie-masu Mengajar
Catatan:
  • Perhatikan dalam tabel tersebut, semua kata dasar berakhiran ~ru (る) dan tepat satu suku kata sebelumnya memiliki bunyi vokal i atau e. Inilah ciri utama Kelompok 2.
  • Untuk mengubah ke bentuk sopan, akhiran ~ru (る) dihapus dan langsung ditambah dengan ~masu (ます). Rumus ini hanya berlaku untuk kata kerja kelompok 2 saja.
  • Uniknya terdapat kata dasar pengecualian yang berakhiran ~ru (る) dan tepat satu suku kata sebelumnya memiliki bunyi vokal i atau e, namun tidak masuk ke dalam kata kerja kelompok 2.
  • Kata dasar pengecualian ini masuk ke dalam kata kerja kelompok 1 yang nanti kita akan bahas selanjutnya.

Secara teknis, terdapat lebih dari 100 kata kerja pengecualian dalam bahasa Jepang. Namun, untuk penggunaan sehari-hari hingga tingkat menengah, hanya ada sekitar 30 sampai 40 kata saja yang sering muncul.

Untuk mempermudah pemahaman, cukup hapalkan 10 kata dasar pengecualian berikut ini, agar kita tidak menganggap kata berikut masuk ke dalam kata kerja kelompok 2:
  • かえる (Kaeru) = Pulang
  • はしる (Hashiru) = Berlari
  • しる (Shiru) = Mengetahui
  • はいる (Hairu) = Masuk
  • きる (Kiru) = Memotong
  • しゃべる (Shaberu) = Mengobrol
  • いる (Iru) = Butuh
  • ける (Keru) = Menendang
  • すべる (Suberu) = Terpeleset
  • へる (Heru) = Berkurang

Hari Ke-14: Kata Kerja Kelompok 1

Setelah mempelajari Kelompok 3 dan 2, sekarang kita masuk ke dalam kata kerja kelompok 1. kata kerja ini memiliki kata dasar (bentuk kamus) yang bervariasi, yaitu: ~u, ~tsu, ~ru, ~mu, ~nu, ~bu, ~ku, ~gu, ~su.

Untuk mempermudah hapalan, kita bisa bagi 9 akhiran tersebut menjadi 3 kata, yaitu:
  • utsuru (う・つ・る)
  • munubu (む・ぬ・ぶ)
  • kugusu (く・ぐ・す)
Bila kita perhatikan, akhiran ~ru muncul lagi di kata kerja kelompok 1. Untuk  kata kerja kelompok 1 yang berakhiran ~ru memenuhi ketentuan sebagai berikut:
  • Tepat satu suku kata sebelum akhiran ~ru (る) pada bentuk kamus (kata dasar) harus ada bunyi vokal a, u dan o (bukan i, e).
  • 10 kata dasar pengecualian yang kita pelajari di hari ke-13 dan terlihat mirip seperti kata kerja kelompok 2, padahal masuk ke kata kerja kelompok 1.
  • Khusus kata dasar yang berakhiran ~nu (ぬ) dalam bahasa Jepang hanya ada satu, yaitu Shinu (しぬ).

Untuk mengubah bentuk kamus menjadi bentuk hormat dalam kata kerja kelompok 1, caranya yaitu sebagai berikut:
  • Pertama, ubah vokal "u" pada akhir kata dasar (bentuk kamus) menjadi vokal "i", sehingga yang awalnya  ~u, ~tsu, ~ru, ~mu, ~nu, ~bu, ~ku, ~gu, ~su menjadi ~i, ~chi, ~ri, ~mi, ~ni, ~bi, ~ki, ~gi, ~shi.
  • Kedua, tambahkan ~masu diposisi paling akhir.
  • Untuk memudahkan pemahaman, bila kita lihat tabel hiragana, geser dari kolom yang berakhiran vokal "u" menjadi akhiran vokal "i" pada baris yang sama.

Perhatikan contoh berikut ini:
Akhiran Bentuk Kamus Arti Bentuk ~Masu
~u (う) かう (Kau) Membeli kaimasu
~tsu (つ) まつ (Matsu) Menunggu machimasu
~ru (る) わかる (Wakaru) Mengerti wakarimasu
~mu (む) のむ (Nomu) Minum nomimasu
~nu (ぬ) しぬ (Shinu) Mati shinimasu
~bu (ぶ) あそぶ (Asobu) Bermain asobimasu
~ku (く) かく (Kaku) Menulis kakimasu
~gu (ぐ) およぐ (Oyogu) Berenang oyogimasu
~su (す) はなす (Hanasu) Berbicara hanashimasu
Demikian pembelajaran hari ke-8 sampai dengan hari ke-14 dari pembelajaran   bahasa Jepang N5 berdasarkan pengalaman saya mengikuti Pelatihan Bahasa Jepang yang dilaksanakan oleh Disnakertrans JabarSampai jumpa di materi minggu ketiga!


Baca selengkapnya »